Home » » Karena Kucing Juga Punya Hak

Karena Kucing Juga Punya Hak

Entah kenapa gue nulis hal yang kayak beginian. Mungkin rasa peri kekucingan tersentil melihat fenomena yang sering gue hadapin akhir-akhir ini.
Ya, semakin hari semakin banyak gue liat kucing-kucing yang terlantar. 
Mungkin buat sebagian dari mereka menganggap hal ini merupakan sesuatu yang biasa. OK, buat lu yang merasa hal ini merupakan fenomena yang biasa, coba lu bayangin kalo elu yang ada di posisi kucing-kucing itu.
Sendiri, kesepian, kedinginan, terlantar, lapar dan tak dipedulikan.
Beberapa kucing yang gue jumpai di pinggiran jalan adalah anak-anak. Coba lu pikir, anak-anak seumuran mereka itu seharusnya bermain, sekolah atau ngaji. Ini? Liat, masih umur segitu mereka disuruh minta-minta, cari makan sendiri, kan kasian :( . Gue juga heran sama orang tua sih kucing. Kok tega yak? Padahal mereka itu masih unyu-unyunya. Apa mereka ga' takut apa kalo anak-anaknya jadi korban CAT TRAFICKING ? Anak- anaknya diekspor ke Korea, Cina, Zimbabwe, Konohagakure dan Negara api cuma buat di jadiin makanan.
Gue juga ga' abis pikir sama pemerintah. Hal-hal kayak gini benar-benar disepelekan. Seharusnya mereka bikin KPAKI ( Komisi Perlindungan Anak Kucing Indonesia ) buat ngejamin keselamatan anak-anak kucing yang dibawah umur. Apalagi mereka rentan ikut-ikutan pergaulan yang ga' benar. Liat aja sekarang marak anak gadis kucing yang jadi cabe-cabean, pemerkosaan kucing di bawah umur, dan genk-genk kucing garong di tiap komplek. Ironis....
Belom lagi anak-anak kucing yang berprofesi sebagai pengamen. Gue sedih banget.
Mereka cuma tau 1 lagu. Judulnya meong, musiknya meong, liriknya meong-meong-meong. Itu karena apa? Karena mereka ga' dapet pendidikan musik yang seharusnya. Coba kalo mereka dikasi kesempatan belajar musik. Mereka pasti lebih baik. Artikulasinya, pitch controlnya, congkoknya, tajwidnya, kalo semua bagus, tukan pecel lele juga seneng kalo ada kucing yang ngamen.
Ga' cuma pemerintah sih yang ga' peduli. Kadang masyarakat sekitar juga kurang peka. Padahal, kucing-kucing itu udah sering ngasi kode.
Malahan ada beberapa manusia yang benci kucing. Alasannya macam-macam. Kucing itu kakinya empatlah, kucing itu ada bulunya lah, kucing itu bukan ayamlah. Malah ada yang benci karena kucing itu ga' pernah cebok. Bitch please, kucing dari kelurahan mane yang bisa cebok?

Ga' usah jauh-jauh deh. Ibu kos gue aja benci sama kucing. Setiap gue pulang darimana dan kalo ada kucing yang ngikutin gue, pasti dengan kenceng dia tereak..
"Woi nang, jangan suka bawa kucing kerumah!!!"
Sue! Kan kucingnya yang ngikutin, bukan gue yang ngajak. Kalo mau marah, marah aja sama kucingnya. Lagian ngapain manggil gue "nang" nama gue kan bukan Danang, Baronang atau Putri.
Dasar nenek sihir.

Udah ah, gue jadi kesel ne sama Ibu kos.
Kan gue mo ngomongin kucing, kenapa jadi bawa-bawa guguk (Upss)
Hehe, yaudah. Gue pesen aja sama lo semua. Mungkin kucing itu agak kotor, tapi dia ga' najis kok, mungkin kucing itu rada bau, tapi masih bau ketek lu kok, mungkin kucing itu buluan, tapi dia ga' ketombean kok. Jadi, kucing jangan dibenci yak. Kucing-kucing itu cuma pengen bertahan hidup, dan selebihnya mereka ingin disayang.
Kalo ga' bisa sayang sama kucing, cukuplah jangan membenci makhluk lucu itu. 
So, keep calm dan love cats. Nyan :3

0 komentar:

Posting Komentar