Home » , , » Karena wanita, begitulah adanya

Karena wanita, begitulah adanya

Kamu, yang pernah menyukai
Biru, merah, hitam dan ungu
Berkata tak ada lagi warna yang kau sayang.
Dan aku biru, yang kala itu kau peluk erat.
Wanita, bagian mana yang harus ku mengerti?






























Kamu, yang bilang hujan itu menyebalkan.
Lalu kau coba mengcubitnya dengan jemari centilmu.
Dan aku hujan, yang saat itu kau genggam mesra.
Wanita, jelas aku tak mengerti?

Kamu, yang dulu berbisik pada melati.
Menyatakan bahwa kau menyukai mawar.
Dan akulah sang melati, yang baru saja coba kau petik, untuk dicinta.
Wanita, bagaimana aku mampu mengerti?

Kamu, salju putih yang menyelimuti taman
Yang berjanji tetap ada meski langit tak lagi berawan
Aku taman, yang tertipu salju, air beku yang akan pergi.
Wanita, mungkinkah aku sanggup mengerti?

Kau berisyarat menyayangi senja
Namun tetap berharap pada terik surya
Tapi aku malam, yang kau bilang nyaman untuk setiap saat kau naungi.
Wanita, sungguh aku tak mengerti.

Aku hanya mengerti, kalian itu wanita
Yang sering bilang "Yasudah" dan "Terserah"
Aku hanya mengerti kalian itu wanita.
Yang memang begitulah adanya.
Wanita, yang bisa membuatku bodoh dan jatuh cinta.





Wanita, oh wanita

0 komentar:

Posting Komentar