Aku yakin, walau sejatinya aku telah lupa aku pernah seyakin itu. Ya, yakin telah memilih untuk jadi manusia.
24 tahun, aku hampir seperempat abad ikut menyesakkan bumi ini. Ya, mungkin aku kalah pengalaman dengan orang yang lahir sebelum aku. Kalah bijak dengan mereka yang katanya lebih dewasa. Bahkan aku mungkin kalah segala-galanya dari siapapun. Tapi siapa peduli? Aku jadi manusia bukan untuk dibandingkan. Itulah aku membenci kompetisi. Bukan karena aku takut kalah, tapi aku tak berniat untuk mengalahkan siapapun. Aku tahu, aku tak pernah lebih baik dari orang lain, tapi aku punya kesempatan untuk jadi lebih baik dari diriku yang saat ini. Jadi, jika memang ada yang harus ku kalahkan, maka orang itu adalah aku. Heru setiawan.
Diri sendiri ini benar-benar rival yang sepadan.
Aku mungkin akan menang.
Aku mungkin akan kalah dan jadi pecundang.
Tapi yang jelas, aku tak mungkin lari.
Siapa peduli aku jadi abu atau arang.
Aku hanya ingin terbakar dan berjuang.
Ya berjuang.
Aku tak terlahir cerdik untuk mensiasati
Aku tak terlahir kuat untuk membentengi
Aku tak terlahir tuk jadi kesatria yang peberani
Aku pun tak terlahir jadi raja untuk dilindungi
Aku ini bodoh dan ingin belajar
Aku ini lemah dan ingin tegar
Aku ini penakut yang tak ingin gentar
Aku ini pion, pion kecil. Tampak bodoh, terlihat lemah, seperti penakut.
Tapi, tetap berjuang.
Yang egois, tak peduli mati
Yang cuek, sekalipun terluka
Yang hanya tahu melangkah kedepan.
Jika sampai pada batas, aku takkan mundur jika hanya untuk jadi raja. Aku bukan pion yang manja. Dunia ini memang papan kayu. Yang kian hari kian rapuh.
Didalamnya hitam putih mendominasi, seakan benar dan salah bisa kontras terdeteksi.
Kotak- kotak persegi, terbatasi.
Aku yang terlajur jadi pion tak ingin menyesal. Keluhanku takkan membuat papan kayu ini lebih baik. Nasib yang ku gerutuki tak akan semena-mena berubah dan semua tampak jadi benar. Semua jawaban dari tanyaku yang menuntut takkan mengubah kenyataan. Bahwa aku makhluk yang punya batas.
Apapun itu, aku hanya ingin percaya. Karena dengan percaya, aku bisa berjuang.



0 komentar:
Posting Komentar