Harga, Tinggi, Dalam, Jarak, Waktu dan apapun itu. Bahkan bila tak mampu menghitungnya dengan angka, kita mampu menggambarkannya dengan kata: Banyak, sedikit dan lumayan.
Namun, kata "Seberapapun" bagi gue terdengar seperti tanda sok kuat, sok yakin kalau apapun yang jadi batasnya, bakal bisa ditembus.
Dan kata itu, yang telah dan bakal selalu gue pake buat diri sendiri.
Sekalipun tetap jadi kemunafikan yang paling menggelikan, entahlah. Gue hanya mampu bertahan dengan itu.
Nee...
Sekarang kata "seberapapun" itu benar-benar membantu.
Ya, setidaknya cukup untuk menipu kesedihan diri sendiri.
Karena berharap semua orang buat ngertiin lo adalah sebuah kemustahilan.
Ya, kemustahilan yang bikin gue sadar, bahwa ga' cuma gue yang punya perasaan. Jadi, ego tangis harus mengalah agar bisa senyum untuk orang lain. Membagi semangat yang tak lagi utuh dan menelan keputusasaan sendirian. Memberi manisnya kepura-puraan ini dengan mendekap kuat getir pahit kenyataan.
Gue baik? Engga'!
Gue munafik.
Sekarang, biarlah gue puja puji kata "seberapapun" itu.
Biarlah gue jadi sok kuat,
Biarlah gue jadi sok yakin.
Seberapapun kecewa yang gue dapat, gue hanya ingin tetap berharap
Seberapapun sakit yang gue rasakan,
Gue hanya ingin sembuh
Seberapapun keraguan yang menghapiri,
Gue hanya ingin tetap yakin
Ya, biarin aja. Kata seberapapun ini jadi teman. Sampai nanti dia hanya akan jadi teman yang baik. Baiiiik sekali.
Dia akan jadi teman yang mengingatkan.
Seberapapun indahnya kebohongan ini, gue hanya takkan mampu merubah kenyataan.
Seberapapun jauhnya langkah ini pergi,
Suatu saat gue hanya akan melangkah pulang.



0 komentar:
Posting Komentar