Home » » Setapak di Kota Kembang

Setapak di Kota Kembang







Berselimut kabut teduh di sabtu pagi yang sendu.
Merajut cerita dengan titik langkah terbata pelan,
dari benang kusut yang sejengkal lurus perlahan.
Benang merah antara aku, kamu dan jejak di Braga.

Kembang ungu merekah ranum, terpetik untuk sesimpul senyum.
Masih kau simpan, bukan bukti tapi tanda...
Kisah kita disini pernah Harum.
Setangkai bunga antara aku, kamu dan sekitar alun-alun kota.

Tiada bintang, gerimispun kita hitung. Lantaran langit sore bersolek mendung.
sejuk coba singgah, namun terabai percuma, ketika rasa hangat masih banyak sisa.
Tiada payung, antara aku, kamu diatas Otista.

Malam menjemput, Tapi rasa tak ingin ikut.
Aku ingin memasung langkah. Biar aku dan kamu tetap disini saja. Ah, Mana bisa!
Waktu merenggut, kertas ini terguncang kalut. Tapi, memaksa ingin selalu ada cerita.
Sisa kisah antara aku dan kamu. Yang disana, memang selamanya ada cinta.

0 komentar:

Posting Komentar